Indika Foundation

Berani Mencoba, Berani Bermimpi: Melalui Turbin Angin Mini

Berani Mencoba, Berani Bermimpi: Melalui Turbin Angin Mini
Berani Mencoba, Berani Bermimpi: Melalui Turbin Angin Mini

Cerita berikut diangkat dari pengalaman Aryn, 15 tahun, salah satu partisipan program Engineering for Teenagers, yang dibagikan melalui testimoni pribadinya.

“Dek, ayo ikut program Engineering for Teenagers!” Ajak kakakku beberapa minggu lalu. Sejujurnya, aku tidak tertarik. Dunia insinyur? Dunia tersebut terasa asing bagiku. Energi terbarukan? Aku bahkan belum pernah mendengar soal turbin angin, apalagi mempelajarinya.

Tapi entah kenapa, aku memutuskan untuk daftar saja dulu. Tanpa ekspektasi besar, aku datang ke lokasi acara. Berharap setidaknya ada hal yang bisa aku pelajari.

Engineering for Teenagers merupakan program yang diselenggarakan oleh Tripatra dan Indika Foundation untuk meningkatkan minat dan pemahaman murid SMP terhadap bidang sains dan energi terbarukan. Selama satu hari penuh, 50 murid SMP dari Jabodetabek mengikuti sesi talkshow dengan para insinyur dan diajak untuk bereksperimen melalui workshop pembuatan mini wind turbine.

Hari pertama program dimulai. Ketika aku masuk ke ruangan, aku bisa merasakan semangat yang membara dari para peserta. Para insinyur menyambut kami dengan hangat. Kami diajarkan dan dikenalkan dengan energi terbarukan, sebuah energi yang tidak hanya canggih tapi juga ramah lingkungan, yang paling penting: berguna untuk masa depan bumi.

merakit turbin.jpg

Salah satu momen paling berkesan bagiku adalah saat kami diajak belajar membuat miniatur turbin angin. Kami dibagi ke dalam beberapa kelompok, lalu bersama-sama merakit turbin mini sekaligus berlomba dengan kelompok lain. Di sana, kami tidak hanya belajar cara membuat, tapi juga mengelola strategi: mulai dari mengatur keuangan untuk membeli bahan baku hingga mendesain pembangkitnya dengan seksama.

Awalnya, aku ragu. Tanganku bingung ketika memegang bagian-bagian yang harus dipasang dengan benar. Tapi perlahan, kebingungan tersebut berubah jadi penasaran. Aku mulai bertanya: bagaimana baling-baling ini bisa menjadi alat yang berguna? Bagaimana angin yang ditangkap bisa diubah menjadi listrik? Rasanya seperti menemukan dunia baru yang menyenangkan.

Di sepanjang acara, aku belajar banyak hal. Tentang kerja sama, tentang berpikir sistematis, dan tentang pentingnya berinovasi. Kami tidak hanya diajak mendengarkan, tapi benar-benar diajak untuk mengalami dan merasakannya sendiri.

Setelah program selesai, aku sadar bahwa aku jadi lebih percaya diri. Sains bagiku bukan hanya menjadi pelajaran, tapi alat untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Bahkan aku jadi tertarik untuk ikut lomba karya ilmiah.

Sekarang, tiap melihat kincir angin aku teringat dengan turbin kecil yang pernah kubuat bersama teman-teman di acara Engineering for Teenagers. Dari pengalaman itu, aku belajar bahwa perubahan besar dimulai dari hal kecil. Dan mungkin saja, di masa depan aku bisa jadi menjadi bagian dari perubahan tersebut.

EFT.jpg

Indika Foundation

Temukan kami juga di


Copyright © 2021 Indika Foundation. All rights reserved

Bahasa Indonesia

ID