

Hari-hari biasa Ghea lalui dengan menyelesaikan tugas yang satu ke tugas yang lainnya, terlibat dalam satu acara ke acara lainnya.
Suatu hari, dengan berbekal Instagram, Ghea sedang mencari inspirasi untuk konten program kepanitiaan di kampusnya ketika ia menemukan konten program BERSOSIAL. Tertarik, ia mencari tahu lebih lanjut.
“Aku salut dengan topik materi yang ditawarkan – pengenalan diri dan pengenalan emosi. Sederhana, namun sangat penting untuk anak muda sepertiku.” tutur Ghea.
Melihat konten program BERSOSIAL membuat Ghea sadar bahwa selama ini, evaluasi diri adalah hal yang sering luput ia lakukan. Ghea juga seperti disadarkan bahwa selama ini ia merasa bahwa kadangkala ia masih menunjukkan sikap-sikap intoleran.
Meskipun awalnya sempat sangsi untuk berpartisipasi karena padatnya jadwal kegiatannya sehari-hari, Ghea akhirnya mendaftarkan dirinya sebagai salah satu peserta.
Melalui materi yang diberikan pada setiap sesinya, dilengkapi dengan sesi sharing kelompok, Ghea merasa terbantu untuk memberikan makna dalam hidupnya secara lebih hati-hati dan reflektif.
Tak disangka-sangka, keraguan yang awalnya dialami Ghea berubah menjadi sebuah harapan. 9 sesi webinar yang disuguhkan selama 1 bulan dalam program BERSOSIAL telah membawa perubahan drastis dalam hidup Ghea.
Sekarang, Ghea semakin sadar bahwa semua yang ia lalui dalam hidupnya harus dievaluasi dengan lebih saksama. Ia perlu lebih hati-hati sebelum bertindak di setiap situasi. Ghea juga mendapatkan sudut pandang baru – tidak semua masalah yang ia lalui adalah sebuah masalah tanpa solusi. Justru pembelajaran yang didapatkan menjadi ilmu yang dapat digunakan sebagai kekuatannya di masa mendatang.
Kebiasaan berefleksi ini merupakan salah satu ilmu dari program BERSOSIAL yang ia terapkan sehari-hari.
“Selain itu, buatku yang paling mengena adalah materi empati. Selama ini, aku merasa kesulitan untuk berempati. Dengan sesi sharing kelompok, aku belajar untuk mempertimbangkan sudut pandang orang lain. Sebelumnya, aku orangnya cukup blak-blak an ketika mengutarakan pendapat – tanpa mempertimbangkan sudut pandang orang lain. Kalau ada yang salah, aku mikirnya buat apa berempati ke orang it.” kenang Ghea.
Perubahan yang Ghea rasakan tidak berhenti hanya di lingkup dirinya. Ketika Ghea menjadi lebih sabar dan empatik, orang-orang yang berinteraksi dengannya juga berubah - mereka menjadi lebih hangat. Mereka bersyukur karena Ghea berusaha untuk memahami sudut pandang mereka.
Ghea puas mengikuti rangkaian program. Dia menceritakan pengalaman yang Ia dapatkan ke teman-temannya. “Tapi buat sekarang, aku belum mengarahkan teman-teman harus apa. Aku masih fokus untuk mengubah diri sendiri dulu.” kata Ghea sambil tersenyum penuh harapan.
Dengan tekad yang ia miliki sebagai salah satu alumni program BERSOSIAL, Ghea semakin yakin bahwa ia pun juga bisa menjadi agen untuk mencegah intoleransi di Indonesia.
BERSOSIAL, kependekan dari Belajar Sosial-Emosional, Toleransi, dan Cegah Radikalisme merupakan program Kerjasama antara Indika Foundation dan Sehat Jiwa. Melalui program ini, sekitar 100 anak muda dipertemukan dan belajar Bersama untuk memahami bagaimana menanggapi intoleransi dan konflik dengan jiwa yang lebih sehat. Jelajah lebih jauh tentang BERSOSIAL di sini →
Copyright © 2021 Indika Foundation. All rights reserved
ID