
Sebanyak 30 pemimpin muda (Sobat Perdamaian) berusia 18-25 tahun dari 14 provinsi di Indonesia telah berhasil menyelesaikan Intensive Course GerakDampak Academy 2025, yang diselenggarakan oleh Indika Foundation di Jakarta pada 29 Oktober - 2 November 2025.
Tiga puluh Sobat Perdamaian ini terpilih dari 673 pendaftar yang mendaftar dari 31 provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Tahun 2025 menjadi tahun pertama penyelenggaraan program GerakDampak Academy, yang hadir untuk memberdayakan orang muda agar memiliki kapasitas, motivasi, dan kesempatan menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai perdamaian dan toleransi di tingkat lokal maupun nasional. Program ini menggunakan kurikulum HARMONI, kurikulum yang dikembangkan oleh Indika Foundation untuk membekali generasi muda menjadi warga dunia yang baik (good global citizen).
GerakDampak Academy terdiri dari tiga tahap utama: Online Bootcamp, Intensive Course, dan Aksi Nyata. Melalui kombinasi pelatihan daring, pembelajaran berbasis pengalaman, serta implementasi proyek individu berkelanjutan, dan dampingan oleh praktisi profesional, para peserta didorong untuk menjadi agen perubahan yang membangun perdamaian di lingkungannya.
“Indika Foundation percaya bahwa setiap anak muda mempunyai potensi untuk membawa perubahan. Melalui GerakDampak Academy, kami berupaya menciptakan ruang belajar yang menumbuhkan empati, kepemimpinan, dan semangat kolaborasi agar mereka dapat berkontribusi nyata bagi Indonesia yang damai.” ujar Aprida Sondang, Managing Director Indika Foundation.
Selama lima hari pelaksanaan Intensive Course, para Sobat Perdamaian mendalami berbagai sesi pembelajaran dan kegiatan reflektif yang berfokus pada tiga pilar utama: Lead Self, Lead Others, dan Lead Change. Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan mampu mengenal diri sendiri, mengembangkan kepemimpinan kolaboratif, serta menciptakan perubahan positif di lingkungan mereka masing-masing.
Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman untuk menjembatani dialog lintas iman dan merawat toleransi, peserta juga melakukan kunjungan ke tiga rumah ibadah di Kampung Sawah, Bekasi. Rangkaian kunjungan dimulai dari Gereja Kristen Pasundan, dilanjutkan ke Gereja Katolik Santo Servatius, dan diakhiri di Pesantren Singgah Aksara Pinggir. Dalam kunjungan ini, para Sobat Perdamaian berdialog langsung dengan para pemuka agama serta melakukan diskusi lintas iman bersama anak-anak muda setempat.
“Semoga kunjungan ini membawa pesan-pesan damai yang bisa dirasakan, bisa lihat, dan yang paling penting bisa dibawa pulang ke tempat kalian masing-masing dan disebarkan ke sebanyak mungkin orang” ujar Bambang, Perwakilan Gereja Katolik Santo Servatius
Selain kunjungan lapangan, kegiatan ini juga mencakup sesi interaktif dan reflektif bersama fasilitator dan mentor profesional yang telah lama berkecimpung dalam isu kepemimpinan dan perdamaian.
“Perubahan yang berkelanjutan selalu dimulai dari kesadaran diri dan kemauan untuk belajar. Menggunakan kurikulum HARMONI yang telah kami buat, kami ingin menumbuhkan pemimpin muda yang tidak hanya cerdas dan berani, tapi juga berempati serta mampu merangkul perbedaan sebagai kekuatan bersama untuk membangun dan menjaga keharmonisan.” ungkap William Cahyawan, Program and Impact Manager Indika Foundation.
Saat ini, para Sobat Perdamaian tengah berada dalam tahap pelaksanaan Aksi Nyata di lingkungan masing-masing, setelah menyelesaikan Intensive Course. Pada tahap ini, mereka mengimplementasikan proyek sosial yang dirancang untuk memberikan dampak positif bagi komunitas mereka.
Copyright © 2021 Indika Foundation. All rights reserved
ID