
Jakarta, 2 Mei 2024 — Jaringan pendidikan Semua Murid Semua Guru (SMSG) memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan menegaskan pentingnya pelibatan aktif media massa dan media sosial untuk mencapai tujuan misi pendidikan Indonesia. Hal ini disorot dalam sesi diskusi “#KerjaBarengan Ciptakan Ekosistem Pendidikan yang Berpusat dan Berpihak pada Anak” di Perpustakaan Nasional Indonesia, Jakarta Pusat (2/5/2024) yang diikuti oleh sedikitnya 100 awak media, tokoh masyarakat, kreator konten, serta komunitas dan organisasi pendidikan. Acara ini menjadi kesempatan bagi para pemangku kepentingan lintas sektor untuk mendiskusikan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, serta membangun jejaring pendidikan yang lebih luas dan efektif.
Panelis dalam diskusi ini adalah pendidik dan inisiator jaringan SMSG Najelaa Shihab, co-founder Wahana Kreator dan filmmaker Gina S. Noer, chairman Wikimedia Indonesia Rachmat Wahidi, founder HelloMotion Academy Wahyu Aditya, serta co-founder Kok Bisa Ketut Yoga Yudistira. Kelimanya sepakat bahwa selain memastikan sistem pendidikan formal yang berkualitas bagi anak, media massa dan media sosial sangat mempengaruhi keberhasilan pencapaian misi edukasi di Indonesia.
“Misi Jaringan Semua Murid Semua Guru sejak 2016 adalah mengajak semua pemangku kepentingan untuk kerja barengan demi pendidikan. Kami berharap—di luar pembuat kebijakan dan komunitas serta organisasi pendidikan—para pihak seperti awak media, pemuka masyarakat, , dan produsen konten bisa terlibat aktif dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berpusat kepada anak,” tutur Najelaa Shihab.
Najelaa juga menuturkan, sesi ini merupakan pembuka rangkaian kegiatan BelajaRaya 2024, sebuah pesta pendidikan tahunan yang melibatkan ribuan penggerak pendidikan untuk #KerjaBarengan membangun pendidikan yang #BerpihakPadaAnak. Semangat kolaborasi ini juga tampak pada penyelenggaraan acara yang dieksekusi oleh tiga organisasi pendidikan sekaligus, yakni Indika Foundation, Kok Bisa, dan KeluargaKita.
Ketut Yoga mengutarakan alasan keterlibatan organisasinya, “Internet dan konten sains populer yang mudah dicerna, punya kekuatan besar dalam mengedukasi publik, terutama anak-anak. Kok Bisa berkomitmen untuk memanfaatkan platform digital secara optimal dalam menyebarkan pengetahuan sains dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Komitmen ini juga terwujud dalam andil kami di BelajaRaya 2024.”
Rachmat Wahidi menyampaikan hal yang senada, “Wikimedia percaya bahwa akses informasi yang merata adalah hak asasi manusia dan merupakan pondasi pendidikan yang inklusif. Ini juga alasan mengapa kami bekerja sama dengan Indika Foundation dan Kok Bisa untuk melatih para konten kreator agar dapat menghasilkan produk pengetahuan sains yang berkualitas, menghibur , dan mudah diakses.”
Pada kesempatan ini juga dibahas delapan topik utama dalam diskusi kelompok yakni pengembangan literasi dan numerasi, pengembangan guru, pendidikan karakter, pendidikan keluarga, teknologi pendidikan, pengembangan anak muda, pendidikan lingkungan, dan pendidikan untuk semua.
Sektor kreatif juga menyadari tugasnya dalam mengedukasi publik, terutama anak-anak, melalui medium-medium kreatif seperti film dan animasi.
“Film punya kekuatan luar biasa untuk menginspirasi, mengedukasi, dan mengubah persepsi secara masif. Misalnya, lewat film 'Dua Garis Biru' dan 'Dua Hati Biru', kami bisa membuka ruang dialog tentang isu-isu sosial terkini seperti pernikahan dini yang penting bagi anak-anak dan remaja. Saya ingat bagaimana Dua Garis Biru bisa memantik ratusan penelitian soal efek positif film ini terhadap penonton di bawah umur. It was unbelievable,” urai Gina.
Berbeda dengan Gina, Wahyu berbagi kisahnya menanamkan kemampuan literasi sejak dini pada anak-anak lewat seri animasi Fun Cican. Wahyu juga membangun sekolah animasi tanpa batas usia bernama HelloMotion yang telah mendukung ribuan talenta kreatif Tanah Air.
“Medium kreatif sering dipandang sebagai hanya urusannya seniman dari kacamata pendidikan formal. Padahal ilustrasi, komik, dan animasi punya kelebihan dalam menyampaikan poin-poin edukasi kepada publik dengan cara yang fun tapi tetap tepat sasaran,” ujar Wahyu.
Najelaa mengajak publik luas untuk terlibat langsung dalam kegiatan BelajaRaya 2024 di Pos Bloc, Jakarta Pusat, pada 4 Agustus 2024, sebagai salah satu program tahunan jaringan SMSG
“Tak cuma jadi kesempatan belajar dan kolaborasi bagi publik dan penggerak pendidikan, BelajaRaya juga menjadi momen tahunan untuk merayakan inovasi yang diciptakan oleh ribuan komunitas dan organisasi pendidikan di segenap penjuru Indonesia. Harapannya, makin banyak langkah yang bisa terus diintegrasikan, lewat kolaborasi-kolaborasi lintas peran,” tutup Najelaa.
Sama seperti tahun lalu, pesta pendidikan BelajaRaya 2024 akan diisi oleh konser musik segenap musisi papan atas, dialog publik bersama tokoh pendidikan dan perwakilan pemerintah Indonesia, hingga kelas belajar publik. Di 2023, BelajaRaya dihadiri oleh 7.000+ pengunjung dan puluhan tokoh publik. Beberapa tokoh tersebut di antaranya Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Quraish Shihab, Nadiem Makarim, Tompi, Tulus, Vidi Aldiano, Maudy Ayunda, Andien, Zaskia Mecca, RAN, dan banyak lainnya.
BelajaRaya, dahulu bernama Pesta Pendidikan, adalah perayaan #KerjaBarengan para penggerak pendidikan yang melibatkan ribuan peserta dari publik umum, komunitas/organisasi pendidikan, tokoh masyarakat, korporasi, media, hingga pemerintah. Perayaan akbar tahunan ini diinisiasi pada 2016 oleh jaringan pendidikan Semua Murid Semua Guru (SMSG).BelajaRaya 2024 dirancang dengan konsep program yang terbuka bagi partisipasi publik. Program ini juga dikemas lebih menarik dengan kehadiran festival musik, kelas belajar, sesi diskusi publik bersama tokoh publik dan perwakilan pemerintah Indonesia, pameran Creatio Cognito, serta pameran kegiatan dan praktik baik dari komunitas dan organisasi pendidikan.
Communication Officer: Program
Utami Nurhasanah merupakan pegiat komunikasi sosial yang telah berkarier secara profesional sejak 2019. Ketertarikan dan pengalamannya pada bidang komunikasi sosial telah mengantarkannya menjadi Editor-in-Chief dan Consulting Editor di PeaceGeneration Indonesia dan K-Hub PVE Community. Kini, ia berkarier sebagai Communication Officer: Program di Indika Foundation.
Copyright © 2021 Indika Foundation. All rights reserved
ID